Senin, 28 November 2016

Eng Ing Eng Bersama Teater SOPO



Eng Ing Eng Bersama Teater SOPO

Dok.Solonials/Farah


Unit Ketrampilan Mahasiswa (UKM) Teater SOPO FISIP UNS menggelar pentas tunggal yang berjudul "Eng Ing Eng" tadi malam (27/11) yang bertempat di parkiran gedung 4 FISIP UNS. Pentas tunggal ini diadakan dalam rangka menjalankan salah satu program kerja dari Teater SOPO. 


Pentas tunggal Eng Ing Eng menceritakan tentang terganjalnya perjalanan kisah cinta sepasang kekasih bernama Wado dan Senu karena ditentang oleh Bapaknya Wado dan Budhenya Senu dikarenakan Bapaknya Wado pernah menjalin hubungan cinta dengan Budhenya Senu saat masih muda. Sedangkan kalimat Eng Ing Eng sendiri digambarkan sebagai kegiatan cinta sepasang kekasih.



Pentas tunggal ini terbuka untuk umum dan banyak dihadiri oleh mahasiswa dan komunitas teater-terater yang ada di sekitar Solo. Pentas tunggal ini diharapkan dapat menghibur penonton serta menginspirasi perjuangan dalam kisah cinta.  “Persembahan Teater ini untuk seluruh orang terutama warga FISIP”, ujar Novi, salah satu panitia pentas tunggal ini. (Farah)

Sabtu, 26 November 2016

Komadiksi SMART Gelar Pertemuan Bersama Forda

Temu Komadiksi SMART dan Forda berlangsung di Aula Porsima UNS, Sabtu (26/11/2016). (Dok. Solonials/Luthfi)

Komunitas Mahasiswa Bidik Misi UNS (Komadiksi SMART) menggelar pertemuan dengan mahasiswa Bidik Misi UNS yang tergabung dalam Forum Daerah (Forda) Se-Jawa Tengah, Sabtu (26/11/2016). Pertemuan yang diselenggarakan di Aula Porsima UNS itu diikuti oleh beberapa perwakilan Forda, antara lain Forda Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, Jepara, Pati, Kebumen dan lain sebagainya.

Tujuan pertemuan itu adalah untuk mengevaluasi kegiatan Bidik Misi Goes to School (BMGtS) 2016 dan merencanakan agenda BMGtS 2017. BMGtS adalah kegiatan sosialisasi Bidik Misi tahunan yang dilakukan oleh Komadiksi SMART ke siswa-siswa SMA sederajad. "Tahun ini kita akan bekerja sama dengan pihak kampus (UNS-red). Semoga BMGtS 2017 bisa semakin baik dari tahun kemarin," ungkap Rista Nuraini, Koordinator BMGtS 2016.

Sependapat dengan Ariesta, Silvia Margareta Indriani juga berharap BMGtS 2017 dapat lebih baik dari tahun 2016. Menurut Silvia, BMGtS menjadi sarana bagi mahasiswa Bidik Misi untuk berkontribusi atas beasiswa yang telah didapat. "Kita sebagai mahasiswa Bidik Misi itu seharusnya bersyukur. Biaya kuliah, hidup, transportasi dan lain sebagainya semuanya dikasih. Sekarang tugas kita hanya menyosialisasikan Bidik Misi ke adik-adik SMA sesuai instruksi dari Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidik Misi (Permadani Diksi) Nasional," tutup Silvia, Koordinator BMGtS 2017 itu. (Luthfi)

Jumat, 18 November 2016

Tim Basket FKIP Memborong Juara FAM UNS

Pertandingan basket putri FKIP dan FEB. Dok Himasty

SOLO - Babak final Olimpiade Universitas Sebelas Maret (UNS) pada cabang olahraga basket dalam ajang Festival Apresiasi Mahasiswa (FAM) UNS, dimenangkan oleh tim basket putra dan putri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Babak perebutan kejuaraan ini diselenggarakan di GOR UNS pada hari kamis (17/11).

Pertandingan dimulai pada pukul 18.00-21.30 WIB dan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Agenda pertandingan perebutan kejuaraan dimulai dari tim basket putri dari FKIP melawan tim basket putri Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), kemudian dilanjutkan pertandingan antara tim basket putra FKIP dengan tim basket putra Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)
Seorang pemain basket putra dari FISIP dipanggil menuju ke lapangan pertandingan. Dok Himasty

Pertandingan basket putri dimenangkan oleh tim basket putri dari FKIP dengan perolehan skor akhir 31-6. Begitupun dengan pertandingan basket putra, dimenangkan juga oleh tim basket putra dari FKIP dengan skor 45-35. Suasana GOR UNS mulai memanas pada saat pertandingan basket putra FKIP dan FISIP berlangsung. Para pemain dari kedua tim terlihat berusaha dengan keras untuk memperoleh poin. Pertandingan basket putra sempat terhenti pada pukul 20.12 WIB selama beberapa menit, karena ulah suporter yang memutus aliran listrik pada papan skor, sehingga mengganggu jalannya pertandingan. Namun panitia FAM UNS mampu mengatasi permasalahan ini dengan sigap sehingga pertandingan bisa dilanjutkan kembali.
Tim basket putra FKIP dan FISIP membentuk lingkaran menandakan bentuk sportifitas dan solidaritas usai melaksanakan pertandingan babak final yang dimenangkan tim basket putra FKIP. Dok Himasty

Babak final ini dihadiri oleh ratusan suporter baik dari mahasiswa FKIP maupun dari mahasiswa FISIP. Pertandingan ini berlangsung sangat meriah dan berakhir dengan kondusif. (Himasty)

Rabu, 16 November 2016

Dugem Bareng LKI FISIP UNS

Ustad Rosnendya saat menyampaikan materinya di Dugem LKI FISIP UNS, Rabu (16/11/2016) di Ruang Seminar FISIP UNS.


Lembaga Kegiatan Islam (LKI), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Dugem (Duduk Gembira Mengaji), Rabu (16/11/2016). Acara yang bertema Menyingkap Peran Kepahlawanan Umat Islam dalam Sejarah ini, diadakan di Ruang Seminar FISIP UNS. Acara ini mengundang Ustad Rosnendya Yudha Wiguna selaku Ketua Bidang Pusat Studi Kebangsaan dan Wildan Wahyu Nugroho selaku Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS 2016.

Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB ini diikuti oleh mahasiswa dan perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UNS. Acara ini diadakan khusus untuk memperingati hari pahlawan, 10 November 2016 lalu. Dalam acara ini, peserta diajak untuk mengkaji seberapa besar peran kepahlawanan umat islam dalam sejarah Indonesia.

Dalam paparannya, Wildan menyampaikan tentang banyaknya tokoh islam yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Budi Utomo adalah salah satunya. Budi Utomo memiliki peran dalam menggerakkan masyarakat Surabaya dan para mujahid muda untuk membela Indonesia. Keberanian dan rasa cinta tanah airnya tersebut terkenang hingga saat ini, yaitu setiap tanggal 10 November diperingati sebagai hari pahlawan.

Senada dengan Wildan, Ustad Rosnendya juga berpendapat tentangnya banyaknya tokoh pahlawan Indonesia yang beragama islam. Menurutnya, ada banyak tokoh islam yang berperan dalam memerdekakan Indonesia, bahkan karyanya masih ada hingga saat ini. Kiai Haji Ahmad Dahlan dengan Muhammadiyah, Kiai Haji Hasyim Asy'ari dengan Nahdlatul Ulama-nya dan RA Kartini dengan keberaniaannya membela hak-hak kaum perempuan. Karya-karya mereka masih ada hingga sekarang. Peran mereka sungguh luar biasa, ungkapnya. (Luthfi)f

Sabtu, 12 November 2016

Lewat Tabligh Akbar, Aa Gym Ajak Mahasiswa untuk Selalu Bertauhid

Aa' Gym Menyampaikan Ceramahnya di Aula Utama Masjid Nurul Huda UNS, Jumat (11/10). (Dok. Wahyu)

SOLO – Takmir Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhid menyelenggarakan Tabligh Akbar pada 11 November 2016 yang bertempat di Masjid Nurul Huda UNS.

Acara yang rutin dilaksanakan oleh Masjid Nurul Huda UNS empat kali setiap tahunnya ini diisi oleh salah satu Ustad kondang di Indonesia sekaligus pendiri pondok pesantren Daarut Tauhid, yakni KH Abdullah Gymnastiar atau lebih dikenal sebagai Aa Gym. Bertemakan “Solo Bertauhid” Aa gym mengajak seluruh sivitas akademika UNS, masyarakat Solo dan jamaah lainnya untuk selalu mendirikan syariat agama Islam dan pintar dalam menyikapi semua masalah.

 “Semua masalah dalam hidup itu adalah hal yang kecil, semua berawal bagaimana kita menyikapinya dan jangan lupa selalu niatkan dalam diri untuk selalu melakuMeskipun acara sempat terkendala akibat listrik mati, kekhusyukan jamaah tetap terjaga dalam menyimak kajian tersebut.
kan sesuatu untuk kebaikan di Akhirat”, ucap Aa gym saat memberikan kajian yang dimulai dari jam 13.00 – 14.45 WIB.

Adapun Tabligh Akbar ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan di ;ingkungan UNS, masyarakat dari dalam Solo dan Luar Solo. Isnadi (22), pemuda asal Klaten yang datang lansung ke Masjid Nurul Huda UNS mengaku sangat antusias mengikuti Tabligh Akbar kali ini. “Tabligh Akbar kali ini cukup mengesankan bagi saya, kajian yang disampaikan Aa gym sangat bagus yang diselingi humor, meski tadi sempat mati lampu saat berlansungnya kajian, namun acaranya tetap berjalan baik”, ujarnya (Wahyu)

UNS Selenggarakan Pameran Museum Pertama di Indonesia


















SOLO- Program Studi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Tali Sejarah, Keluarga Alumni FIB, dan Keluarga Alumni Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) menyelenggarakan Pameran Museum pada tanggal 8-13 November 2016 bertempat di Auditorium UNS. Acara ini merupakan pameran museum on campus pertama dengan melibatkan 22 museum yang ada di Indonesia.
Pameran ini dilatarbelakangi adanya keprihatinan terhadap rendahnya apresiasi masyarakat terhadap museum. “Jadi pengennya kami menghadirkan museum lagi di tengah masyarakat, dalam ini mahasiswa sebagai penerus bangsa.Oh, ternyata ada museum ini dengan koleksi ini itu, kita kejar itu,” ungkap Hari Sulistyo, Koordinator Tim Pendukung Acara Pameran Museum saat ditemui Jumat (11/11) di Auditorium UNS.
Selain pameran, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai acara pendukung seperti perform musik, seminar, diskusi, lomba mendongeng, dan lomba fotografi.
“Hari ini ada diskusi tentang Penguatan Nilai Sejarah, kemarin ada seminar, Sabtu ada lomba mendongeng oleh pelajar tingkat nasional. Hari terakhir, Minggu, kita ada pengumuman lomba fotografi sekaligus penutupan,” tambah Hari.
Salah satu pengunjung, Yani Safira, menuturkan bahwa dirinya senang adanya penyelenggaraan pameran museum gratis seperti Pameran Museum ini. “Bagus sih, gratis juga, tapi tempatnya kurang luas. Dengan pameran seperti ini bisa menambah wawasan terutama untuk pelajar,” ujarnya. (Dela)